Mahasiswa Sekolah Tinggi Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (STPHBK), berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2025. Dari 320 peserta dari Perguruan Tinggi se-Nasional yang mengikuti seleksi, tim STPHBK berhasil menembus peringkat 28 besar dari 43 tim Wilayah LLDIKTI IV. Lomba ini berlangsung dari tanggal 26-28 September 2025 secara daring. Delegasi Sekolah Tinggi Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (STPHBK) yaitu Henanda Nur Rizki (PGSD 2023) dan Fachreza Hartanto (PGSD 2024) berhasil mencatat performa yang sangat signifikan dalam setiap ronde.
KDMI merupakan ajang tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Kompetisi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir secara logis dan mendorong analisis kritis mahasiswa.
Bagi STPHBK, ini adalah kali pertama mengikuti KDMI. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah ketiadaan mentor berpengalaman. Namun, semangat mahasiswa tidak surut. Mereka berusaha maksimal dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar, mulai dari menonton video debat di YouTube, membaca berita, mengkaji jurnal penelitian, hingga berdiskusi dengan dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Dukungan kampus juga hadir melalui pendampingan serta fasilitas lomba.
Mengikuti KDMI memberikan manfaat besar bagi mahasiswa. Tidak hanya melatih critical thinking yang biasanya terasah dalam diskusi kelas atau tugas perkuliahan, tetapi juga menantang mereka untuk benar-benar menguji kemampuan berpikir logis dan sistematis serta kecakapan dalam hal public speaking. Hal yang menarik dari KDMI 2025 ini adalah cara tema yang akan disajikan oleh penyelenggara, sebelum memulai debat, peserta akan mendapati lagu yang merupakan clue tema yang akan didebatkan, sehingga kemampuan berpikir cepat, luas dan kritis juga teruji dalam menyusun skema penalaran tema dan menyampaikan argumen.
“Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Tentunya, mengikuti KDMI ini cukup menguras energi tetapi ini juga menjadi luar biasa bisa berhadapan dengan debater yang terbaik dari setiap universitas se-indonesia. KDMI ini menjadi sebuah pembelajaran untuk kami dalam melatih berdaya pikir kritis, menganalisis dan juga bagaimana cara menyampaikan argumen yang baik. Tentunya kami sangat bangga bisa menjadi perwakilan STPHBK”, ucap Henanda. Selain itu, kompetisi ini memperluas sudut pandang mahasiswa karena mereka harus memahami peran dalam kelompok debat—sebagai pihak pro dan kontra (Pro 1/Opening Government, Kontra 1/Opening Opposition, Pro 2/Closing Government, Kontra 2/Closing Opposition).
Tema debat pun sangat beragam, mencakup isu-isu strategis bangsa seperti pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial budaya, hingga kebijakan publik. Hal ini semakin memperkaya wawasan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam menyikapi dinamika pembangunan bangsa. Bagi Fachreza mosi yang paling menarik adalah saat membahas indicator dampak sosial yang menentukan rangking dari sebuah Universitas.
Prestasi ini menjadi pijakan awal yang membanggakan bagi STPHBK. Meski baru pertama kali terjun, mahasiswa mampu membuktikan bahwa dengan kerja keras, kreativitas, dan dukungan kampus, mereka dapat bersaing di kancah nasional.
Reporter: Yudha Aviratri, Raisya Shafa Ilma dan Okky Normayanti Putri
Foto: Bersama dengan tenaga pendidikan saat mendampingi Mahasiswa STPHBK mengikuti lomba KDMI 2025.
Kiri-Kanan: Shafa, Henanda, Reza, Okky

