Jakarta Timur, 18 Oktober 2025 — Sekolah Tinggi Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (STPHBK) IHF kembali mencatat tonggak penting dalam perjalanannya dengan menyelenggarakan Wisuda Angkatan Kedua di Gedung Sarbini Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan ini menjadi refleksi komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
Wisuda kali ini dihadiri oleh perwakilan LLDIKTI Wilayah IV, Bapak Syahrir Lubis, S.T., M.Kom. yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pendidikan holistik di tingkat dasar, baik PAUD dan SD, sekaligus mengapresiasi bahwa dibutuhkan guru-guru yang berkualitas, bukan hanya kompeten dalam mengajar, namun juga menjadi model nilai karakter bagi anak didiknya.
“Sekolah tinggi seperti STPHBK memiliki peran yang sangat strategis, karena pendidikan tidak boleh dilihat secara parsial. Pendekatan holistik yang diterapkan di sini justru sangat dibutuhkan di jenjang PAUD dan SD. Fokus kita bukan sekadar pada jumlah lulusan, tetapi pada kualitas dan dampak nyata yang mereka hasilkan,” ungkapnya.
Dari total 22 wisudawan, tercatat 19 orang telah terserap di berbagai institusi pendidikan—mulai dari sekolah karakter hingga lembaga PAUD unggulan di berbagai daerah. Data ini menunjukkan bahwa lulusan STPHBK IHF mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan dengan kompetensi dan kepribadian yang kuat. Harapannya para alumi STPHBK dapat mewarnai dan memberikan inspirasi bagi peserta didiknya maupun rekan sejawatnya mengenai bagaimana menjalankan pembelajaran yang inovatif, kreatif dan dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dengan muatan nilai-nilai karakter.
Acara juga diisi dengan Orasi Ilmiah oleh Bapak Dr. Sofyan Djalil, yang memberikan pandangan mendalam tentang pentingnya menjaga kesinambungan antara proses pembelajaran dan dunia kerja.
“Para wisudawan sudah diberikan bekal yang cukup untuk berkontribusi untuk negeri” tutur Dr. Sofyan dalam orasinya. Lebih lanjut beliau menyoroti mengenai jumlah peluang lapangan kerja yang kian sempit, ditambah sikap yang dibutuhkan diera saat ini, maka sangat yakin bahwa lulusan STPHBK memiliki keunggulan tersendiri. Serapan alumi yang mencapai 80% ini dan dengan predikat memuaskan, diamanahi agar tidak menjadikan para alumi jumawa, tapi harus terus belajar, adaptif, dan menunjukkan kualitasnya.
Dalam Wisuda ini, Ketua STPHBK IHF turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian para wisudawan. Ia menegaskan bahwa kampus akan terus memperkuat perannya dalam menyiapkan tenaga pendidik yang holistik, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.
Keberhasilan dari Wisudawan, apresiasi dari LLDIKTI IV, menjadi bukti bahwa STPHBK IHF bukan sekadar lembaga pendidikan tinggi, melainkan pusat pembentukan insan pendidik yang berintegritas dan berdaya cipta—siap membawa nilai-nilai pendidikan holistik ke ruang-ruang belajar di seluruh Indonesia.
Oleh Yudha Aviratri
